Debitur Meninggal Dunia Saat Cicilan Belum Lunas

Sebagian orang sempat berpikir jika kamu meninggal dunia bagaimana nasib utang-utang yang dimiliki? Akankah otomatis akan lunas dengan kondisi peminjam yang meninggal dunia atau akan jadi pindah tangan? Beberapa orang pasti pernah memikirkan hal tersebut tetapi tidak mendapatkan jawaban yang pasti.

Ternyata, jika seorang debitur memiliki pinjaman atau ikatan utang-piutang, maka utang tersebut harus dilunasi oleh debitur meskipun debitur meninggal dunia sebelum utangnya lunas. Lantas bagaimana jika debitur atau peminjam meninggal dunia? Utangnya dapat diwariskan kepada ahli warisnya. Hal ini berdasarkan pada ketentuan hukum perdata Pasal 833 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (“KUHPerdata”). Ternyata untuk urusan utang piutang memang sudah ada hukumnya

1.    Cek surat perjanjian

Surat perjanjian sudah sejatinya dibuat sebelum kedua belah pihak melakukan suatu perjanjian. Saat nasabah dan pihak leasing sudah sepakat dalam melakukan kredit motor, pastilah sudah ada perjanjian yang disetujui oleh kedua belah pihak terlebih dahulu. Biasanya perjanjian tersebut mengatur tentang hak dan kewajiban yang harus dipenuhi oleh nasabah dan pihak leasing. Sebelum sebuah perjanjian ditandatangani, cermati dulu dan pelajarilah setiap poin yang tertera. Jangan ragu untuk bertanya apabila belum paham benar atas perjanjian yang tertulis. Jika sudah jelas semuanya, barulah tanda tangani perjanjian. Ada baiknya suatu perjanjian dibuat adil dan tidak merugikan salah satu pihak yang terlibat.

2.    Cek asuransi

Tentu saja asuransi yang dicek adalah asuransi yang berkaitan dengan asuransi kredit kendaraan bermotor. Di Indonesia sendiri ada dua jenis asuransi, yaitu asuransi total loss only (TLO) dan asuransi all risk. Kedua asuransi ini tak hanya memberikan ganti rugi saat motor hilang. Saat motor lecet atau rusak pun, sebagian biayanya ditanggung oleh pihak asuransi berdasarkan ketentuan yang berlaku. Pada umumnya, provider asuransi hanya menyediakan TLO. Namun, asuransi TLO bisa juga ditambahi dengan asuransi kecelakaan diri. Kadang kala Anda yang ingin membeli motor menganggap bahwa asuransi ini tidak dibutuhkan dan hanya akan membuat pengeluaran semakin membengkak. Ketahuilah, akan ada banyak sekali manfaat yang Anda peroleh. Salah satunya untuk memperkecil atau meringankan efek kerugian dari salah satu musibah yang Anda alami.

Baca Juga  Vaksin AstraZeneca Diklaim Manjur Cegah Korona

3.    Cek jaminan

fidusia Jaminan ini penting untuk diteliti untuk mengetahui apakah motor yang dikredit tersebut ditarik oleh pihak leasing atau apakah kepemilikannya dipindahtangankan kepada si ahli waris. Bila jaminan fidusia ini dilakukan di bawah tangan alias tanpa sepengetahuan seorang notaris, maka tentu saja pihak leasing tidak memiliki hak untuk menarik sepeda motor tersebut. Apabila pihak leasing bersikeras untuk mengambil kendaraan secara paksa di rumah, itu merupakan tindak pidana pencurian. Apabila pengambilan kendaraan dilakukan di tengah jalan, itu merupakan perampasan. Pihak leasing bisa dituntut dan dikenakan tindak pidana jika melakukan salah satu dari kedua tindakan di atas.

4.    Cek surat keterangan waris

Agar pencairan dana asuransi dapat dengan mudah dilakukan, maka ahli waris perlu mengurus surat keterangan ahli waris terlebih dahulu. Lalu apakah dokumen-dokumen yang harus dilengkapi? Ada empat dokumen, yakni:

  • Surat keterangan waris yang ditandatangani ketua RT/RW setempat
  • Akta kematian nasabah dari kelurahan
  • KTP
  • Kartu keluarga Setelah dokumen tersebut dilengkapi, maka uruslah surat keterangan ahli waris secepatnya di kelurahan.

5.    BPKB

Jika dokumen keterangan ahli waris sudah keluar, maka waktunya untuk mengambil buku pemilikan kendaraan bermotor (BPKB). BPKB bisa diambil dari pihak leasing untuk melunasi sisa kredit sepeda motor. Dokumen-dokumen yang diperlukan saat pengambilan BPKB, antara lain:

  •   Akta kematian nasabah dari kelurahan
  •    KTP asli nasabah
  •    Kartu keluarga
  •    Surat keterangan waris Jika dokumen di atas telah lengkap dan diserahkan, maka tinggal menunggu BPKB keluar.

6.    Manfaatkan layanan asuransi yang diberikan pihak leasing

Dari penjelasan di atas dapat dikatakan bahwa mengikuti asuransi untuk kredit kendaraan bermotor sangatlah penting. Dengan demikian, keluarga atau ahli waris tidak akan dibebankan lagi oleh sistem kredit yang belum lunas dari almarhum nasabah. Dengan demikian, keluarga dan ahli waris bisa bernapas dengan lega, bukan? Bayangkan saja jika sepeda motor tidak dilengkapi dengan asuransi, maka pihak leasing akan menganggap bahwa kredit motor masih berjalan seperti biasa dan cicilannya masih harus dibayar sampai lunas.

Baca Juga  Pelaku UMKM Dapat BLT Senilai Rp2,4 Juta,Mungkin anda Termasuk Di dalamnya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *