Gunung Lemongan di Lumajang Menjadi Destinasi Buat Para Pendaki

Kota lumajang merupakan kota yang memiliki sebagian besar wilayah TNBTS (Taman Nasional Bromo Tengger Semeru) selain probolinggo, malang dan pasuruan. Kota ini memiliki julukan sebagai “Kota Pisang”. Kota Lumajang dikenal banyak wisatawan luas terutama para pendaki karena di kota ini terletak basecamp pendakian gunung Semeru yang berada di Kecamatan Ranupani yang bisa diakses melalui Tumpang ataupun Senduro.

Nahh rupannya selain gunung Semeru yang menjadi ikon kota Lumajang itu masih ada destinasi wisata gunung lainnya di kota Lumajang, salah satunya adalah gunung Lemongan yang memiliki altitude 1651 mdpl.

Gunung aktif ini berada di wilayah Klakah atau yang merupakan jalan utama penghubung Lumajang-Probolinggo. Untuk menuju ke basecampnya cukup mudah di akses baik dengan menggunakan angkutan umum (becak motor, ojek) maupun dengan kendaraan pribadi. Petunjuk jalan dari jalan utama adalah saat tiba di Stasiun Klakah, dari stasiun ini terdapat rel yang membentang melewati jalan dan di sampingnya terlihat jalan kecil di arah kanan jika kalian dari Lumajang.

Jalur Trekking

Jalur trekking gunung Lemongan sendiri sangat bervariasi mulai dari jalur paving, tanah hingga bebatuan dengan kondisi wilayah juga beragam mulai dari hutan rimbun, padang ilalang dan perkebunan warga. Dari tempat penitipan motor diatas nantinya kalian akan melalui jalur pendakian berupa pavingan dengan kondisi wilayah yang cukup rimbun dengan pohon besar sejauh 1 Km, kemudian disitu para pendaki akan disambut dengan gapira megah sebagai ikon gunung Lemongan dan jika cuaca cerah pendaki dapat menyaksikan puncak Lemongan dari tempat itu.

Perjalanan dilanjutkan sejauh 1-3 km dengan diawali jalur perkebunan warga (wilayah pemanfaatan) kemudian dilanjutkan dengan padang ilalang yang sangat panas dan tidak ada pohon tempat berteduh sebelum menuju camping ground. Sebenarnya ada beberapa pos di padang ilalang seperti watu susun yang ditandai dengan susunan batu berbentuk piramid. Namun, kali ini penulis tidak menghiraukan dan langsung membagi jalur pendakian dari pos-camping ground-puncak.

Baca Juga  5 destinasi glamaping di Indonesia yang menjadi pilihan seusai pandemi

300 meter setelah gerbang gunung nantinya akan ada bangunan-bangunan kuno dan warung serta makam dari juru kunci gunung Lemongan yang terdahulu. Dari makan tersebut juga menandakan pendaki sudah sampai di wilayah pemanfaatan yang oleh warga digunakan sebagai perkebunan. Kontur jalannya sendiri mulai dari pos start hingga padang ilalang tidak ada kenaikan yang signifikat dan masih banyak jalan datar.

Namun berbeda saat sampai di padang ilalang, jalur disana adalah bebatuan yang sangat besar-besar jadi diharapkan untuk sangat berhati-hati, serta tetap fokus dengan petunjuk dan arah jalan pendakian agar kalian tidak tersesat. Jalur ilalang ini biasanya dapat dilewati sekitar 2-2,5 jam. Jangan lupa siapkan topi dan air karena sepanjang pendakian gunung ini tidak memiliki sumber mata air terutama saat di wilayah ilalang suasana sangatlah panas. Camping groundnya sendiri ditandai dengan adanya batu berukuran sangat besar kira-kira dengan panjang 5 meter dan tinggi 2 meter.

Camping Ground

Camping ground gunung Lemongan dikenal dengan nama “Watu Gedhe” karena alasan yang sudah penulia sebut diatas. Camping ground disini tidak memiliki pohon-pohon besar dan kuat, bahkan hanya ada tanaman semai. Tapi tenang saja, disini jarang terjadi angin yang sangat kencang. Camping ground ini juga dapat menampung sebanyak 15 tenda.

Summit Trek

Meskipun hanya memiliki ketinggia 1600 mdpl dan terlihat lebih kecil dari banyak wisata pendakian lainnya, namun jalur summit di Lemongan sangatlah menyulitkan karena kemiringan jalur yang sangat miring, panjang dan jalurnya yang berbatu campur pasir, tak jarang pula pendaki harus berpegangan dengan akar-akan yang ada disana untuk dapat terus melanjutkan perjalanan. Oleh sebab itu banyak pula yamg menyebut gunung ini sebagai miniatur dari Semeru.

Baca Juga  Wisata Yang Aman Selama Pandemi Covid-19

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *